Gladi Kesiapsiagaan Terhadap Bencana BPBD Kota Pontianak
Pontianak Rabu, 4 Desember 2024, BPBD Kota Pontianak menggelar kegiatan Apel Gladi Kesiapsiagaan Bencana di kantor BPBD Kota Pontianak, dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Acara ini dipimpin oleh Ir.RM. Nasir, MT, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat, meningkatkan kapasitas antara aparatur Pemerintah dan masyarakat serta meningkatkan kerjasama antar Lembaga dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan di Kota Pontianak.
Sebagaimana tema kegiatan Gladi“ Simulasi Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan ” dilaksanakan secara tatap muka dan berikutnya dilakukan simulasi penanganan pemadam kebakaran hutan dan lahan dengan mengundang peserta sebanyak 120 orang dari TNI , POLRI, PMI, Kelompok Masyarakat dan Pemadam kebakaran swasta di Kota Pontianak.
Kota Pontianak berdasarkan kondisi geografis, demografi, topografi dan iklim menjadikan daerah ini rawan terhadap bencana, kondisi geologi di Kota Pontianak termasuk ke dalam kategori wilayah peneplant dangan sedimen alluvial yang secara fisik merupakan jenis tanah liat, jenis tanah ini berupa gambut bekas endapan lumpur Sungai Kapuas. Dengan kondisi tersebut , tanah yang ada sangat labil dan mempunyai daya dukung sangat rendah, jenis tanah di Kota Pontianak terdiri dari jenis tanah Organosol, Gley, Humus dan Alivial dengan karekteristik masing-masing yang berbeda satu dengan lainnya. Pada wilayah tanah yang bergambut ketebalan dapat mencapai 1 sd 6 meter , sehingga menyebabkan daya dukung tanah yang kurang baik apabila diperuntukkan untuk mendirikan bangunan besar atau pun untuk menjadikannya sebagai lahan pertanian.
Bencana telah menimbulkan korban jiwa dan menghancurkan hasil pembangunan yang telah ada. Jika terjadi bencana masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana paling rentan menjadi korban bencana. Berdasarkan sejarah kejadian kebakaran hutan dan lahan menunjukkan bahwa kota ini memiliki sejarah rawan terhadap bencana tersebut. Sedangkan pada tahun 2023 berdasarkan data titik hotspot BNPB Kota Pontianak tercatat tidak memilik titik hotspot. Pada tahun 2019 bencana kebakaran hutan dan lahan terjadi pada bulan Februari , Juli sd Oktober dan bencana angin empat kali kejadian dalam setahun. Pada tahun 2021 bencana kebakaran hutan dan lahan terjadi pada bulan Februari sd Maret dan Agustus 2021 . Pada tahun 2022 kebakaran hutan dan lahan terjadi pada bulan Januari, Februari dan Maret 2022. Dan pada tahun 2023 kebakaran hutan dan lahan terjadi pada bulan Februari 2023.
Dari data diatas diperlukan upaya Badan Penanggulangan Bencana Kota Pontianak menyelenggarakan kegiatan Gladi kesiapsiagaan Bencana , sebagai upaya membangun kesiapsiagaan masyarakat dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan, kemampuan tersebut diharapkan akan mengurangi dampak dan resiko bencana.
Apel gabungan dalam rangka kesiapsiagaan Bencana Karhutlah tahun 2024 yang dipimpin oleh Kepala BPBD Kota Pontianak Ir.RM Nasir, MT menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah bahwa Gladi Kesiapsiagaan Bencana ini selain simulasi juga untuk mengevaluasi kegiatan penanggulangan bencana dan mengantisipasi kebakaran hutan pada tahun 2025. Simulasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan adalah bentuk koordinasi yang baik antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pontianak dengan TNI , Polri, PMI dan pemadam swasta di Kota Pontianak. Koordinasi dan evaluasi penanganan kebakaran hutan dan lahan ini diharapkan bisa lebih mempercepat penanganan kebakaran hutan lahan. Laporan BMKG menyatakan tidak ditemukan titik api, padahal dilapangan ada terjadi kebakaran hutan dan lahan. Hal ini dikarenakan respon cepat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan, sehingga belum sempat meluas dan tidak terdeteksi oleh satelit sehingga tidak dinyatakan ada titik api di Kota Pontianak.
Setelah acara pembukaan dari Kepala BPBD Kota Pontianak dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Penghargaan kepada beberapa pemadam swasta atas partisipasi aktifnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kota Pontianak selama ini , kepada beberapa pemadam swasta yaitu pemadam kebakaran Hunter , pemadam kebakaran RPS, pemadam kebakaran Parwasal, pemadam kebakaran Tritura, pemadam kebakaran Konsun Mandiri, pemadam kebakaran Dara hitam.

Gambar : Simulasi lapangan kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Bencana Karhutlah di Jalan Sepakat kota Pontianak
Mengakhiri rangkaian kegiatan Gladi Kesiapsiagaan Bencana kota Pontianak acara dilanjutkan dengan simulasi pemadam kebakaran hutan dan lahan di Jalan Sepakat Pontianak. Dalam simulasi ini dimulai dari titik lokasi BPBD kota Pontianak menerima informasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Info direspon oleh Tim reaksi Cepat BPBD kota Pontianak dan pemadam swasta saling berkoordinasi untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di lokasi kejadian. Dimulai dari mencari lokasi titi api , mencari sumber air terdekat, memasang selang dari titik api ke sumber air dan dilakukan penyemprotan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan di kota Pontianak dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan , mengurangi dampak dan resiko bencana. Gladi Kesiapsiagaan bencana adalah upaya membangun koordinasi dan kerjasama melaksanakan kesiapsiagaan dalam penaggulangan bencana secara cepat , efektif dan efesien Kemampuan itu diharapkan akan mengurangi dampak dan resiko bencana kebakaran hutan dan lahan di kota Pontianak_ Puji_Rhy